Firstly I would like to introduce myself, I am Naelyn the writer behind this account and I want to explain the further information about this account.

There will be some contents that you might don't wanna see in the future. I will put the NSFW warning here, okay? Okay.

I use three languages, those are English, Bahasa, and Chinese. I will not write the whole plots in Chinese but only in some daily talks. Feel free to use English or Bahasa for the plot, I can do both. About the plots, you can discuss or drop your plot through my DM. And please no God-modding without permission, plus, do not copy anything from my account.

However, I do selective following. I’m not gonna follow bot user, non-RP account, user spam especially when you RTing/Liking real life thingy too much. It’s annoying for me, tho, sorry.

The last is bracket in use. A "╱" will be used to indicate interaction that out of character, #naelyn or WN for writer!talk, and the rest is indicated as in character.

Happy reading!

ㅤ ㅤ Zianka Perlline Wiraatmaja bukanlah nama aslinya. Puan yang lahir di kota Chongqing pada hari ke tiga puluh bulan ke empat warsa sembilan sembilan tersebut memiliki nama asli Xiao Qin Lan (消亲兰). Nama itu ia peroleh kala dirinya resmi berpindah kewarganegaraan dan menjadi anak adopsi dari pasangan suami istri Chandra Wiraatmaja atau Huang Chundong (黄春冬) bersama Hannifa Sriwangi. Chandra sendiri merupakan keturunan Chinese yang menetap di Surabaya hingga saat ini. Sedangkan Hannifa merupakan penduduk lokal.

ㅤ ㅤ Untuk identitas diri, sebenarnya puan yang kerap kali disapa Zee tersebut telah beberapa kali berganti identitas. Nama yang ia pakai sebelum ini adalah Jean Wiraatmaja. Hal ini ia lakukan sebab ia tahu bahwa seseorang dari masa lalunya tengah menjadikannya target. Untuk lebih detailnya, Zianka belum mengetahui hal tersebut. Ia masih dalam usaha untuk menemukan penjelasan sesungguhnya melalui orang-orang terdekatnya.

ㅤ ㅤ Zianka sempat mengemban ilmu di beberapa sekolah seperti SMP Negeri 115 Jakarta dan SMA Negeri 8 Jakarta. Saat ini dirinya masih mengejar gelar Sarjana Humaniora di Universitas Indonesia. Disamping itu, ia mengisi kantongnya dengan cara bekerja sebagai seorang model di sebuah agensi ternama, SKEMA, juga menjadi asisten pribadi seorang sulung dari Adhyaksa Group.

Zianka Perlline’s Physical Appearance 
Height165 cm
Weight45 kg
Hair colorDark colored
Eye colorDark brown
Skin tonePale ivory

Berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), Zianka adalah seseorang dengan kepribadian INFJ. INFJ sendiri adalah singkatan dari Introvert-iNtuition-Feeling-Judging.

Seseorang INFJ memiliki sensitivitas serta rasa simpati yang cukup tinggi.Maka dari itu puan yang kerap disapa Zee tersebut sering kali dapat menjadi pendengar serta memahami orang lain dengan baik, bahkan ia tidak akan merasa sungkan untuk membantu orang lain meskipun itu adalah hal yang sangat sulit sekalipun.

Zianka memiliki sisi idealis yang cukup tinggi hingga hal ini menjadi pegangan hidup baginya. Meski demikian, prinsip itu hanya dipendamnya sendiri, jadi yang terlihat di depan orang-orang hanya sisi ketenangan juga pendiam dalam dirinya saja.

ㅤ ㅤ Tidak semua orang memiliki nasib baik dimana orang tua kandung mereka memperlakukan anaknya dengan baik sebagaimana seharusnya. Kami adalah salah satu dari sekian banyak yang kurang beruntung.

ㅤ ㅤ Umur kami masih sangat belia ketika orang tua kami memutuskan untuk membuang kami pada sebuah panti terkutuk.

ㅤ ㅤ Kalau tidak salah, sih.. umur lima tahun.

ㅤ ㅤ Cukup tragis bukan? Entah dosa apa yang membuatku jua saudara kembarku perbuat hingga mengalami hal tersebut. Untungnya, semesta masih berbaik hati tidak memisahkan kami berdua.

ㅤ ㅤ Secercah memori di benakku terus mengulang kejadian tragis itu. Namun tetap, mereka tidak pernah mengijinkanku untuk menangis. Jadilah aku yang hidup terjebak dengan memori dan perasaan kacau ini.

ㅤ ㅤ Tidak berakhir sampai disitu, kejadian tidak menyenangkan kembali terulang ketika umurku mencapai dua belas tahun. Mereka berusaha memisahkanku dari saudaraku.

ㅤ ㅤ Malam itu seusai kami menyelesaikan makan malam. Tiba-tiba saja beberapa orang dewasa membawaku ke ruangan yang biasa digunakan untuk menerima tamu dan juga berdiskusi di panti tersebut.

ㅤ ㅤ “锁住他!不要让他离开那里!”

ㅤ ㅤ Aku takut. Aku terkunci di dalam sana bersama dengan pembicaraan orang dewasa yang tidak dapat kupahami intinya.

ㅤ ㅤ “来吧给我钱”

ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ “冷静,易于管理。你卖给合适的人”

ㅤ ㅤ “哈哈哈..看,这个孩子很坚强”

ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ “我不会放他走”

ㅤ ㅤ Uang? Jual? Bebas? Apalah itu?! Tidak penting lagi seberapa menyeramkannya tempat dan orang-orang itu, yang terpenting adalah bagaimana cara aku bebas dari sana.

ㅤ ㅤ “带我离开这里!”

ㅤ ㅤ Gedoran pintu tak jua membuat mereka iba untuk membebaskanku. Aku memohon namun usahaku tidaklah berhasil. Dalam hati aku terus merengek, berharap saudaraku datang menolongku.

ㅤ ㅤ Tenagaku habis sudah, peluh membasahi tubuhku. Asal kau tahu, ruangan itu sangatlah pengap karena tidak ada banyak lubang untuk sirkulasi udara. Aku pun terduduk, menyandarkan tubuh pada sebuah tiang yang terletak di tengah-tengahnya. Kesadaranku mulai hilang perlahan. Sedangkan orang-orang dewasa itu hanya menertawai usahaku yang sia-sia.

ㅤ ㅤ Brakk..

ㅤ ㅤ Pintu itu terbuka. Sedikit aku melihat pemandangan di luar sana, kobaran api telah menyala-nyala. Wang langsung menghampiriku yang masih terdiam mencerna semua ini.

ㅤ ㅤ Ia mengguncangkan tubuhku, bertanya apakah aku baik-baik saja atau tidak. Sayang sekali, rentetan pertanyaannya hanya kujawab dengan sebuah tatapan kosong.

ㅤ ㅤ Orang-orang yang membantu Wang berteriak menyuruh kami semua harus segera pergi meninggalkan tempat itu sebelum semuanya terlambat. Wang meraih kedua tanganku dan kemudian menggendongku di punggungnya. Kami pun keluar dari tempat itu.

ㅤ ㅤ Tubuh-tubuh orang dewasa itu sudah terkapar bagai tidak bernyawa. Aku tidak tahu pasti mereka masih bernafas atau tidak, yang jelas mereka tidak lagi mengejarku.

ㅤ ㅤ Keluar dari tempat itu, kami berdua harus berusaha menyambung hidup dengan hidup sebagai gelandangan. Kami hidup karena belas kasihan orang-orang yang melihat kami. Makan seadanya bila diberi, tidur seadanya beralaskan kardus-kardus bekas di jalanan.

ㅤ ㅤ Hingga pada suatu hari sepasang suami istri mendatangi kami dan berniat untuk menyelamatkan hidup kami. Sebuah syarat diajukan, aku dan Wang harus mengikuti mereka pindah ke negara asal mereka. Jika kami menerima tawaran tersebut, semua biaya hidup kami akan mereka tanggung dan kami pun dapat hidup dengan baik setelahnya.

ㅤ ㅤ Wang menerima tawaran tersebut tanpa pikir panjang. Katanya, ia sudah tidak peduli lagi jika ternyata calon orang tua angkat kami akan berbuat semena-mena seperti yang sudah-sudah.

ㅤ ㅤ Terakhir sebelum kami beranjak dari Beijing, Wang menggenggam tanganku erat, ia berjanji bahwa ia akan selalu menjagaku dengan tubuh dan nyawanya sendiri. Disinilah awal kisahku dimulai bersama dengan lika-liku kehidupan yang terus menghantam jiwa. Akankah aku sanggup bertahan sampai akhir?